Umumnya pada saat ini terdapat sistem akuntansi yang hampir semuanya terotomisasi tanpa menggunakan user sebagai pengendalinya, walaupun hingga sekarang masih memerlukan fungsi suatu user dalam operasinya namun sistem akuntansi ini sangat membantu perusahaan melaksanakan kebutuhan-kebutuhannya. Sistem akuntansi umum digunakan dalam hal menghitung dan mencatat suatu masukan hingga keluaran tergantung dari apa yang menjadi masalah suatu perusahaan/organisasi tetapi itu juga tergantung kepada tujuan dari dibangunnya suatu sistem informasi akuntansi guna memudahkan suatu pekerjaannya, terkadang sistem informasi akuntansi tersebut akan diberikan fungsi-fungsi lain yang berelasi satu dengan yang lainnya. Tak hanya sebuah sistem yang lain yang memerlukan suatu pengendalian tetapi juga SIA (Sistem Informasi Akuntansi) juga membutuhkan suatu pengendalian khusus, hal ini guna mencapai visi dan misi bahkan keinginan pribadi dari pemilik terhadap sistem.

Dalam melakukan pengendalian operasional sistem informasi akuntansi sebaiknya semuanya teridentifikasi, dilakukan suatu penelitian terhadap tiap fungsi sistem, menyamakan alur proses dengan fakta yang ada, pemeriksaan input maupun ouput, tatacara user dalam pemakaian sistem dan juga keberhasilan sistem dalam menempuh tujuan. Hal tersebut direkomendasikan bagi kegiatan pengendalian sistem informasi akuntansi baik dari manufaktur bahkan sampai pekerjaan sepele lainnya.

 

Sistem Teridentifikasi

Maksud dari teridentifikasi ini ialah sebagai seseorang yang menjaga suatu pengendalian sistem ada baiknya mengetahui seluk beluk definisi hingga fungsi dan tujuan dibangunnya suatu sistem, lalu dari tahap ini orang tersebut dapat menyimpulkan bagaimana sistem akan di kendalikan dan juga dipelihara.

Penelitian Terhadap Seluruh Fungsi

Tiap sistem pada umumnya sama tetapi fungsi-fungsi tersebut akan berbeda cara dan pengendaliannya jika terdapat kegunaan khusus yang diterapkan pada sistem ataupun relasi yang terjalin antara fungsi dengan fungsi yang lain hal ini perlu diperhatikan jika ingin mendapatkan hasil yang memuaskan dalam mengendalikan SIA.

Membandingkan Rencana Dengan Fakta Nyata

Hal-hal semacam ini biasanya terjadi ketika sudah mengimplementasikan suatu sistem, suatu sistem belum tentu akan menghasilkan fakta yang sama dengan rencana. Karnanya pemeriksaan rutin terhadap sistem informasi yang sedang di terapkan akan sangat berpengaruh guna melihat apakah ada ketidak kecocokan antara fungsi dan masalah atau malah keluaran yang tidak diinginkan dikarnakan adanya proses yang janggal dalam pembuatan sistem.

Pemeriksaan Input Serta Output

Dilakukan suatu pemeriksaan juga dapat dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan sistem, hal ini bertujuan dalam mengendalikan suatu sistem yang mempunyai kesalah pahaman interaksi antara user dengan sistem, tak hanya itu kegunaan dari cara ini ialah melihat dan menganalisa bagaimana suatu user dapat menyesuaikan diri dengan sistem yang biasanya didapati UX guna memudahkan proses dan kenyamanan dalam pemakaian sistem.

Tatacara Interaksi Antara User dan Sistem

Membangun sebuah UX memerlukan waktu yang tidak sedikit dan tentunya juga diharuskan melakukan percobaan dengan beberapa user agar didapati suatu UX yang dapat memenuhi keinginan dan kenyamanan pemakai sistem informasi akuntansi, pada saat ini UX sudah mulai diterapkan pada hampir seluruh sistem yang pemakaiannya bisa memakan waktu yang lama hal ini dikhususkan dalam hal kenyamanan dan keringkasan suatu interaksi sistem dengan user dalam proses pemakaian sistem tersebut.

Keberhasilan Sistem Dalam Mencapai Suatu Tujuan

Tujuannya dapat berbeda-beda sebanding dengan apa yang diperlukan pemecahan permasalahannya dengan sistem informasi akuntansi, hal ini dapat menjadi pengalaman tersendiri dalam membangun suatu sistme yang baru atau juga sebagai batas suatu sistem masih layak gunakan atau diperlukan suatu pembaharuan atau mungkin mengganti sistem yang lama dengan yang baru demi mencapai tujuan yang tersedia baik/berlaku dalam organisasi atau perusahaan.

 

Suatu sistem informasi akuntansi juga memerlukan pembaharuan, hal inilah yang menjadi hal penting dari adanya suatu pengendalian operasional terhadap sistem informasi akuntansi dikarnakan seiring dengan berjalannya waktu kegunaan suatu sistem harus dapat ditingkatkan se efisien mungkin dan tidak salah target (tidak mencapai tujuan/malfungsi). Lalu pengendalian juga harus terus dilakukan guna menjaga standarisasi sistem maupun pengoprasiannya.

Advertisements