Dalam pembuatan sebuah sistem informasi terdapat tahapan dimana sistem informasi tersebut di evaluasi secara sistematis sesuai dengan fungsi seharusnya, jadi didalam aktifitas tersebut diharuskan mendapati fakta tentang sistem informasi yang akan di evaluasi dan di bandingkan dengan fungsi yang tertera di keterangan sistem informasi, aktifitas tersebut merupakan aktifitas audit dimana orang yang mengerjakannya disebut auditor dan diharuskan untuk tidak memihak kepada pihak manapun (netral) dan hanya fokus dalam menilai dan mencoba setiap fungsi dari sistem informasi selain hal tersebut auditor harus mempunyai keahlian di bidang audit dan juga bidang jenis sistem informasi yang akan di audit. Dalam menyajikan suatu hasil dari aktifitas audit, seorang auditor harus mencermati tiap laporannya dengan cermat secara profesional dan bertanggung jawab.

Dalam aktifitas audit sistem informasi juga terdapat perencanaan yang akan memudahkan auditor melakukan audit, tak hanya itu perencanaan audit juga berperan penting dalam menetapkan suatu audit agar tidak keluar dari jalur yang semestinya dan juga dapat dijadikan sebagai pengganti penjadwalan tugas-tugas audit.

Pada saat mengaudit sistem informasi auditor diharapkan dapat berkonsentrasi pada informasi, infrastruktur, aplikasi dan personil yang merupakan seluruh sumber daya sistem informasi dan juga tidak terlepas pada rencana audit yang telah ditetapkan. Bagaimana auditor menetapkan suatu perencanaan audit sistem informasi ? Akan dijelaskan sebagai berikut :

 

  • Identifikasi kebutuhan Keahlian Teknik

Membuat suatu rencana dalam audit diperukan personel yang memiliki keahlian yang mumpuni dan jika bisa  personel tersebut memang sudah sangat berpengalaman dalam bidang sistem informasi yang akan dilakukan audit. Personel tersebut biasanya didapat dari suatu instansi, komunitas, atau tokoh yang berpengaruh dalam bidang sistem informasi tersebut.

 

  • Menentukan Tujuan dari Kegiatan Audit

Perencanaan sistem informasi diharuskan adanya tujuan agar mempunyai suatu goal yang harus dicapai dan meminimalisir hal hal yang akan membuat audit tersebut bercabang atau melewati batas pokok tujuan audit. Dalam audit sebuah sistem informasi biasanya bergantung pada bidang sistem tersebut dan juga bagian atau fungsi mana yang ingin lebih di evaluasi dan jika bisa setelah auditing dapat dilakukan aktifitas penguatan atau perbaikan sistem tersebut atau mungkin hanya melakukan upgrade dengan skala kecil.

 

  • Ruang Lingkup Audit Sistem Informasi

Sebagai salah satu dari perencanaan audit sistem informasi, sebuah ruang lingkup harus di tentukan demi memberitahukan mana, apa dan kapan akan dilakukan aktifitas audit. Hal yang paling umum dalam audit sistem informasi ialah menentukan objek, objek ini ialah suatu lingkungan dimana sistem informasi tersebut diimplementasikan. Setelah menentukan objek biasanya ditentukan apa yang akan di audit, hal yang akan di audit tersebut ialah fitur sistem informasi terebut, para pengguna yang jarang maupung sering. Dan yang terakhir adalah periode, periode ini bukan termasuk dalam jadwal audit sistem informasi tapi lebih ringkas mengenai waktu yang dibutuhkan (periode).

 

  • Metode

Dalam Audit sistem informasi diperlukan penggunaan beberapa metode yang sesuai dengan sistem yang akan di audit, metode ini sangat berpengaruh pada keseluruhan audit dikarnakan data-data yang terkandung pada laporan adalah sebagian besar dari hasil pemakaian beberapa metode. Metode dalam mengaudit beragam ada yang hanya mencobanya sampai pemeriksaan elemen-elemen perintah serta relasi yang terdapat ditiap fungsi sistem. Jika diperlukan auditor dapat menggunakan metode survei mengenai kondisi suatu sistem atau kelarasan sistem dengan tujuan fungsi sistem tersebut dan bila memang pernah ada dokumentasi dari sistem informasi tersebut auditor harus menelaah dokumentasi tersebut guna menambahkan luas observasi yang akan dilakukan.

 

  • Susunan Anggota Tim Ahli

Setelah diidentifikasi kebutuhan keahlian tekniknya maka selanjutnya dibentuk suatu tim yang mempuyai tugas masing-masing dalam suatu auditing sistem atau bisa juga dengan melakukan audit sistem lalu para auditor akan memaparkan hasil dari auditnya yang akan diputuskan atau dirangkum menjadi penguat laporan audit. Dalam susunan anggota tim ahli bukan hanya auditor yang terdaftar melainkan penanggung jawab yang bertugas atas semua kegiatan auditing, narasumber sebagai informan yang memberi informasi tertentu yang diminta oleh tim audit, pengawas yang mengatur dan mengawasi tiap aktifitas dalam kegiatan audit dan yang terakhir dan tak kalah penting ialah ketua tim yang menerapkan suatu strategi individu yang digunakan pada timnya, strategi tersebut tidak boleh bertentangan dengan tujuan dan jadwal audit.

 

  • Jadwal Pelaksanaan

Suatu rencana audit haruslah mempunyai jadwal pelaksanaan, jadwal tersebut berguna dalam medisiplinkan suatu kegiatan didalam auditing tak hanya itu jadwal tersebut merupakan upaya melakukan strategi dan pembagian tim auditor dalam menangani audit suatu sistem. Didalam jadwal pelaksanaan umumnya terdapat : Pesiapan guna menyiapkan semua kebutuhan yang akan digunakan atau yang berguna dalam audit sistem, Pendahuluan yang berfungsi sebagai proses identifikasi dan mencari berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu sistem yang akan di audit, Pelaksanaan ialah bagian dimana waktu yang ditetapkan dalam melaksanakan audit sistem dan Pelaporan adalah periode pembuatan laporan yang didapat dari proses sebelum-sebelumnya berupa data yang akan dijadikan informasi yang akan di sajikan pada lembar laporan audit.

 

  • Biaya

Perencanaan audit sistem informasi pastinya memiliki beban-beban yang akan di ubah menjadi biaya dari suatu audit sistem, biaya tersebut haruslah rinci dan bebas dari biaya yang mencurigakan dan juga tiap biaya haruslah mempunyai bukti tersendiri.

 

  • Aktifitas lain yang diperlukan

Adalah aktifitas yang terkait dalam proses audit sistem, biasanya dalam aktifitas lainnya terdapat pada proses pendahuluan dan pelaksanaan audit karena dalam proses tersebut biasanya ada objek atau ruang lingkup yang ditambah ataupun dikurangi dengan beberapa pertimbangan yang matang dan bertujuan guna menghasilkan hasil audit yang diharapkan.

 

 

Itulah beberapa informasi tentang “Perencanaan Audit Sistem Informasi” bagi yang membutuhkan suatu kerangka jelasnya dapat dilihat pada link berikut : CONTOH AUDIT PLAN SISTEM INFORMASI

Advertisements